//KEMENANGAN MAHASISWA MANAJEMEN BISNIS PPNS DI BUSINESS PLAN COMPETITION KREASI 2017 UKM BOS FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

KEMENANGAN MAHASISWA MANAJEMEN BISNIS PPNS DI BUSINESS PLAN COMPETITION KREASI 2017 UKM BOS FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Business Plan Competition KREASI 2017 dengan tema “Show your creativity to build the entrepreneurship for Indonesia’s better future” merupakan salah satu event lomba tahunan milik UKM BOS jurusan peternakan Universitas Brawijaya. Pada lomba tersebut, Manajemen bisnis PPNS diwakili oleh tiga tim bisnis, yaitu Naveas, Koyokayu, dan coconut opo. Lomba tersebut diakhiri oleh kemenangan dari beberapa tim dari Manajemen Bisnis PPNS, Naveas sebagai “JUARA 2 NATIONALBUSINESS PLAN COMPETITION” dan Koyokayu sebagai “BEST STAND NATIONAL BUSNINESS PLAN COMPETITION”.

“Awalnya naveas hanya coba-coba mengirimkan BMC(bussiness model canvas) ke lomba kreasi ub 2017. Namun, ternyata bmc yang kami kirimkan tersebut lolos masuk ke 100 besar dan masuk pada tahap pengiriman makalah bisnis. Selang satu bulan pengunguman 20 besar lomba kreasi ub tersebut diumumkan via online, dan nama tim kami tidak tertera disana. Awalnya kami sedikit kecewa namun kami kembali menjadikan nya sebagai pengalaman berharga. Setidaknya ada tim senior kami yang lolos mewakili kampus kami. Tapi, Allah berkata lain, Selang 2 minggu setelah pengunguman tim naveas dihubungi oleh panitia Lomba Kreasi Universitas Brawijaya 2017 dan menyatakan bahwa tim kami lolos dengan alasan menggantikan salah satu tim yang mengundurkan diri.” Cerita awal Miftahur Rizky Febriana selaku salah satu anggota tim Naveas saat ditemui di daerah kampus PPNS.

“Ada banyak suka dan duka yang kita hadapi disana, mulai dari ada masalah dan sedikit kecewa terhadap salah satu pihak, rela tidak mengikuti dan susulan UTS salah satu mata kuliah, ketinggalan beberapa perlengkapan penting buat lomba sampai salah satu tim kami ketinggalan almameter. Akan tetapi Alhamdulillah disaat banyak kesusahan banyak juga kemudahan yang datang pada kami saat itu, tentunya dengan bantuan teman-teman kami.” Lanjut Mia, salah satu anggota Naveas yang mengikuti lomba tersebut.

Suka duka juga dirasakan oleh tim Koyokayu, sempat merasa diremehkan dan tidak terfasilitasi dengan baik oleh pihak panitia, mereka membayarnya dengan menjadi peraih penghargaan stand terbaik. “Kami sudah mempersiapkan konsep stand dari sebelum berangkat, di venue kita hanya tinggal memasang beberapa perlengkapan yang penting, meskipun disana masih banyak tantangan yang harus dihadapi seperti pihak panitia yang kurang memfasilitasi dengan baik, kami buktikan bahwa kami mampu menghias stan ini dengan baik.” Ujar Erdhisa, selaku anggota tim Koyokayu.