//KATAKAN “TIDAK” PADA PENCEMARAN LAUT INDONESIA

KATAKAN “TIDAK” PADA PENCEMARAN LAUT INDONESIA

Berbicara tentang maritim, pastinya kita akan membayangkan laut biru dan kapal kapalnya. Laut yang membentang luas itu nampak indah memancarkan birunya langit dan juga cerahnya matahari. Kalau lautnya jernih sih.. indah banget ya bayangannya. Lalu bagaimana jika semua itu telah tercemar? Apakah kita tetap senggan memandangnya? Jika lautmu menghitam kelam penuh racun.

Tahu gak sih kalian tentang pencemaran air laut dan aturan apa aja yang ada di Indonesia buat membatasi /mengurangi pencemaran di laut? Yuk sama sama kita belajar.

Nah pertama-tama mari kita belajar tentang pencemaran laut, apasih pencemaran laut itu? Pencemaran laut didefinisikan oleh para ahli yang tergabung pada badan-badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah perantara dari manusia, baik secara langsung atau tidak langsung, dari bahan atau energi ke dalam lingkungan laut (termasuk) yang mengakibatkan efek merusak seperti membahayakan sumber daya hidup, berbahaya bagi kesehatan manusia, menjadi halangan untuk kegiatan laut termasuk penangkapan ikan, kualitas penurunan untuk penggunaan air laut dan kenyamanan laut yang berkurang.

Kalau menurut menurut Peraturan Pemerintah No.19/1999 tentang Pengendalian Pencemaran dan/atau Perusakan Laut, pencemaran laut adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu dan/atau fungsinya.

Wihh ngeri ya pencemaran laut itu. Kalau seperti ini sih perlu dibuat peraturan. Namun tenang, Indonesia telah memiliki regulasi untuk mengatasi pencemaran laut yang diakibatkan oleh sistem dan peralatan yang ada di kapal serta pembuangan atau pembakaran limbah atau bahan berbahaya lainnya di laut maka dikeluarkanlah Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim. Serta Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.02/MEN/2011 Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan banyak lagi peraturan lainnya.

Untuk penjelasannya yuk disimak

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 membahas tentang perlindungan lingkungan maritim, yang didalamnya terdapat beberapa bab yaitu ketentuan umum, pencegahan dan penanggulangan pencemaran dari pengoperasian kapal, pencegahan pencemaran lingkungan yang bersumber dari barang dan bahan berbahaya yang ada di kapal, pencegahan pencemaran dari kegiatan di pelabuhan, penanggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan, tanggung jawab pemilik atau operator kapal, lokasi pembuangan limbah di perairan, sistem informasi perlindungan lingkungan maritim, sanksi administratif, dan ketentuan penutup. Pada intinya sih, PP nomor 21 tahun 2010 ini ditujukan untuk pencegahan pencemaran yang berasal dari kapal, pelabuhan dan pelayarannya.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.02/MEN/2011 Tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Nah, kalau nelayan atau siapapun mencari ikan menggunakan API dan ABPI yang tidak sesuai dengan tingkat selektifitas dan kapasitas API, jenis dan ukuran ABPI, ukuran kapal perikanan, dan jalur penangkapan ikan di WPP-NRI sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri ini dikenakan sanksi pidana denda sesuai dengan ketentuan Pasal 100 dan Pasal 100C Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor  45 Tahun 2009.

Pencemaran laut terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk menjaga kondisi laut, selain itu, mereka juga kurang peka terhadap perubahan perubahan yang ada di laut sekitarnya. Nah kondisi air yang tercemar itu ciri cirinya seperti ini :

  1. adanya perubahan suhu
  2. adanya perubahan pH
  3. adanya perubahan warna, bau dan rasa air
  4. adanya endapan dan bahan terlarut
  5. adanya mikroorganisme

Apasih penyebab terjadinya pencemaran air laut? Penyebabnya sih banyak banget, tapi ini ada beberapa penyebab pencemaran laut

  1. Penangkapan ikan di daerah terumbu karang dengan menggunakan bahan beracun dan bahan peledak. Nah, ini gaboleh ya. Peledak dan racun akan merusak terumbu karang. Kalau terumbu karangnya rusak terus ikannya tinggal dimana.
  2. Penebangan bakau untuk bahan baku kertas, arangdan bangunan serta konversi lahan pesisir yang dibuka untuk pertambakan,pertanian/perkebunan, industri dan pemukiman. Pohon bakau berguna untuk menyaring polusi yang ada di bibir pantai dan bisa juga menjadi tempat hidup ikan.
  3. Pembuangan limbah pabrik langsung ke sungai dan laut. Pembuangan limbah yang baik sebenarnya harus diolah dulu sehingga meminimalisir adanya kandungan kandungan yang berbahaya.
  4. Pencemaran laut akibat tumpahan minyak dan pembuangan zat-zat yang berbahaya dari kapal-kapal. Sudah ada peraturan yang menyinggung hal ini, contohnya PP nomor 21 tahun 2010 yang kita baca tadi.
  5. Aktivitas wisata yang tidak memperhatikan kelestarian ekosistem laut. Jangan mau ambil enaknya aja dong, ekosistem lautnya juga harus dilestarikan. Kan kalau lautnya makin indah kita juga yang untung.
  6. Penambangan karang untuk bahan bangunan atau kapur dan pengambilan karang hidup untuk tujuan komersial (perdagangan). Boleh dilakukan sih, tapi dilihat ketentuan ketentuannya lagi yaa.. kan kita gaboleh sembarangan juga. Ada wilayah wilayah tertentu.
  7. Pencurian benda berharga muatan kapal tenggelam (BMKT) dan kekayaan laut lainnya.
  8. Pembuangan sampah dari aktivitas hulu yang muaranya ke laut. Ini nih yang sering banget terjadi. Buang sampah ketempatnya yaa bukan kesungai.

 

Sources :

http://setkab.go.id/stop-pencemaran-laut-indonesia/

http://awalilmu.blogspot.co.id/2015/10/ciri-ciri-air-yang-tercemar-lengkap.html