//Wednesday Class : Semangat anak muda berbisnis Sosiopreneur

Wednesday Class : Semangat anak muda berbisnis Sosiopreneur

KOMINFOUPDATE – Rabu, 22 maret 2017 telah berlangsung KULIAH TAMU sesi keduan dengan tema “Membidik Peluang Usaha di Usia Muda melalui Sosiopreneur dan Technopreneur ”

pada sesi kali ini, tamu yang diundang adalah  Audrey Maximillian Herly seorang wirausaha muda yang berbisnis di bidang sosial dan mendirikan sbeuah bisnis bernama Riliv. dalam pemaparannya, mahasiswa manajeman bisnis, diperkenalkan dengan bisnis yang berfokus pada kegiatan sosial atau yang lebih dikenal sebagai bisnis dengan target akan memberikan dampak kepada masyarakat.

riliv, adalah sebuah bisnis sosial yang ebrfokus pada membantu masyarakat yang memiliki masalah, tetapi membutuhkan tempat untuk berbagi masalahnya dan membantu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pada dasarnya, Sociopreneur adalah pengusaha yang menjalankan usahanya tidak semata-mata hanya memikirkan keuntungan pribadi saja, tetapi juga memikirkan untuk membangun dan mengembangkan komunitasnya agar lebih berdaya. Kalau istilah Faisal Basri, berdaya bareng-bareng. Lalu apa bedanya dengan CSR – Corporate Social Responsibility? CSR adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap komunitasnya dimana perusahaan itu beroperasi. Biasanya perusahaan membuat program “charity”, seperti pemberian beasiswa, pengobatan gratis atau penghijauan. Ibaratnya CSR hanya memberikan “ikan” untuk sementara, jika lapar harus diberi lagi. Ini yang membedakan dengan sociopreneur yang akan memberikan “kail” kepada komunitasnya.